Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

Mengenang Dolly Parton: Kepergian sang Ratu Musik Country, Perjalanan Life-Changing, dan Warisan Abadi untuk Dunia

Sahabat Tidar, Dunia musik internasional kembali diselimuti duka yang mendalam. Sosok yang selama berdekade-dekade menjadi ikon kehangatan, optimisme, dan bakat tanpa batas Dolly Parton telah berpulang, Selasa (25/08/2026) Waktu Amerika Serikat. Kepergian sang Ratu Musik Country ini menembus batas-batas genre, usia, dan kebudayaan, meninggalkan jutaan penggemar di seluruh dunia dalam rasa kehilangan yang senyap namun kuat.

Lebih dari sekadar penyanyi dengan suara khas dan gaya panggung yang ikonis, Dolly Parton adalah simbol ketangguhan, empati, dan kekuatan budaya pop global yang tidak akan pernah tergantikan.

Dari Rumah Kayu Sederhana menuju Puncak Dunia

Kisah hidup Dolly Parton adalah manifestasi nyata dari impian yang dibangun di atas tekad baja. Lahir pada 19 Januari 1946 di kawasan Sevier County, pegunungan Great Smoky, Tennessee, Dolly dibesarkan dalam keluarga yang sangat bersahaja. Ia adalah anak keempat dari 12 bersaudara yang hidup di sebuah rumah kayu satu kamar tanpa listrik maupun air bersih. Ayahnya seorang petani penyakap yang tidak bisa membaca, sementara ibunya merawat keluarga besar di tengah keterbatasan ekonomi.

Namun, di tengah kemiskinan tersebut Sahabat Tidar, rumah keluarga Parton dipenuhi oleh musik. Mengikuti tradisi keluarganya, Dolly mulai menyanyi di gereja sejak usia balita. Pada usia tujuh tahun, ia membuat gitar pertamanya sendiri dari papan kayu dan kawat bekas, sebelum akhirnya paman kandungnya memberikannya sebuah gitar sungguhan. Suara emas dan bakat mengarang lagunya tidak bisa dipadamkan oleh keadaan. Pada usia 13 tahun, ia sudah tampil di acara radio lokal dan bahkan merilis rekaman pertamanya.

Hanya sehari setelah lulus SMA pada tahun 1964, Dolly mengemas tasnya dan pindah ke Nashville—pusat musik country dunia. Keputusan berani ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang yang mengubah wajah musik Amerika untuk selamanya.

Karier Cemerlang: Suara, Pena, dan Takhta Musik Country

Di Nashville, bakat luar biasa Dolly dengan cepat menarik perhatian dunia industri. Perjumpaan dan kolaborasinya dengan bintang musik country Porter Wagoner pada akhir 1960-an melambungkan namanya ke jajaran penyanyi papan atas. Namun, Dolly bukan sekadar penyanyi; ia adalah seorang pencipta lagu yang sangat jenius. Kemampuannya merangkai lirik yang emosional dan melodi yang melekat di ingatan menjadi senjata utamanya.

Sepanjang kariernya yang membentang lebih dari enam dekade, Dolly Parton telah merilis puluhan album bernomor satu dan menulis lebih dari 3.000 lagu. Karya-karyanya menjadi soundtrack bagi kehidupan banyak generasi:

  • “I Will Always Love You”: Ditulis pada tahun 1973 sebagai salam perpisahan profesionalnya dengan Porter Wagoner, lagu ini menjadi salah satu karya terlaris sepanjang masa. Ketika di-cover oleh Whitney Houston pada tahun 1992, lagu ini melesat menjadi fenomena budaya global.

  • “Jolene”: Dengan petikan gitar yang khas dan narasi keputusasaan seorang wanita yang memohon agar kekasihnya tidak direbut, “Jolene” diakui sebagai salah satu karya master dalam sejarah musik pop dan country.

  • “9 to 5”: Menjadi lagu tema film komedi dengan judul yang sama pada tahun 1980, di mana Dolly juga membintanginya. Lagu ini menjadi lagu kebangsaan bagi para pekerja kantoran dan kaum perempuan yang memperjuangkan kesetaraan di tempat kerja.

Prestasi Dolly tidak hanya diakui lewat angka penjualan album atau tempatnya di Country Music Hall of Fame dan Rock and Roll Hall of Fame, tetapi juga lewat kemampuannya menyeberang ke musik pop (crossover) tanpa pernah kehilangan identitas dan akar budaya Appalachian-nya.

Menavigasi Kontroversi dengan Kecerdasan dan Pesona

Perjalanan hidup Dolly Parton di ranah publik tentu tidak lepas dari dinamika dan kontroversi. Gaya penampilannya yang sangat mencolok—rambut wig pirang mekar, pakaian ketat bergliter, makeup tebal, dan operasi plastik yang diakuinya secara terbuka—sering kali membuat para pengkritik mengesampingkan kecerdasannya. Pada masa-masa awal kariernya, ia kerap dijadikan bahan lelucon di media massa.

Namun, dengan kecerdasannya yang tajam dan selera humor yang otentik, Dolly selalu mampu membalikkan narasi tersebut. Ia pernah melontarkan kalimat terkenal: “Perlu uang sangat banyak untuk membuat seseorang terlihat senyata ini.” Dengan menerima dan mengontrol citra tubuhnya sendiri, Dolly meruntuhkan stereotip dan membuktikan bahwa seorang perempuan bisa berpenampilan glamor dan feminin tanpa harus mengorbankan intelektualitas atau bakat bisnisnya.

Dalam hal politik dan isu sosial, Dolly juga menempuh jalur yang sangat unik di tengah iklim politik Amerika yang terpolarisasi. Ketika banyak selebriti mengambil sikap ekstrem, Dolly memilih untuk tetap berada di tengah—menjadi sosok penyatu. Ia mendukung hak-hak komunitas LGBTQ+ dan memperjuangkan kesetaraan gender, tetapi tetap dihormati oleh audiens konservatif musik country. Kemampuannya merangkul semua kalangan tanpa memperkeruh perpecahan adalah pencapaian langka di dunia hiburan modern.

Warisan Abadi: Dollywood dan Imagination Library

Di luar panggung dan studio rekaman, warisan terbesarnya justru terukir di bidang kemanusiaan. Mengingat ayahnya yang tidak bisa membaca dan menulis, Dolly bertekad untuk memastikan bahwa anak-anak di seluruh dunia tidak mengalami keterbatasan yang sama.

Pada tahun 1995, ia mendirikan Dolly Parton’s Imagination Library. Yayasan literasi ini bermula dari sebuah program kecil di kampung halamannya di Sevier County, dengan misi membagikan buku cerita berkualitas secara gratis setiap bulan kepada anak-anak sejak lahir hingga usia lima tahun. Program ini dengan cepat tumbuh menjadi gerakan internasional yang menjangkau Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Irlandia. Hingga saat ini, Imagination Library telah membagikan lebih dari 200 juta buku gratis kepada anak-anak, meletakkan fondasi pendidikan awal bagi jutaan generasi muda.

Selain itu, melalui kerajaan bisnisnya—termasuk taman hiburan Dollywood di Pigeon Forge, Tennessee—ia tidak hanya mendorong perekonomian lokal dan menciptakan ribuan lapangan kerja, tetapi juga rutin menggalang dana bantuan bencana alam, seperti kebakaran hutan di Tennessee dan badai badai di Amerika Serikat. Komitmen sosialnya kembali terbukti ketika ia menyumbangkan 1 juta dolar AS untuk mendanai riset vaksin COVID-19 Moderna, yang membantu menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.

Kepergian Dolly Parton meninggalkan kekosongan yang tak mungkin tergantikan dalam industri hiburan dan kegiatan kemanusiaan. Namun, ia tidak benar-benar pergi. Suara emasnya akan terus mengudara melalui radio, lagu-lagunya akan tetap dinyanyikan di panggung-panggung dunia, dan jutaan anak akan terus membuka halaman-halaman buku yang hadir berkat kebaikannya.

Dolly Parton mengajari dunia bahwa seseorang bisa datang dari tempat paling sederhana, mencapai puncak popularitas tertinggi, dan tetap menjadi manusia yang rendah hati, dermawan, serta penuh kasih. Selamat jalan, Dolly Parton. We will always love you.

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 26 August 2026 — 4:08 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy