
Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho, yang dikenal lewat perannya dalam drama populer seperti “Start-Up” dan “Love on the Spectrum”, kini terjebak dalam kontroversi besar terkait dugaan pengemplangan pajak oleh agensinya, Fantagio Entertainment. Menurut laporan dari CNA.id, otoritas pajak Korea Selatan telah menyelidiki agensi tersebut atas tuduhan manipulasi pendapatan dan penggelapan pajak yang melibatkan beberapa artisnya, termasuk Kim Seon-ho. Kasus ini mencuat setelah pengungkapan dokumen keuangan yang menunjukkan ketidaksesuaian antara pendapatan yang dilaporkan dan yang sebenarnya diterima oleh aktor, yang diperkirakan mencapai miliaran won. Fantagio, yang merupakan rumah produksi di balik film dan drama sukses, belum memberikan komentar resmi, tetapi sumber internal mengatakan bahwa penyelidikan ini bisa berujung pada sanksi hukum berat.
Latar belakang Kim Seon-ho sebagai bintang muda yang naik daun sejak 2017 membuat skandal ini semakin viral di media sosial dan industri hiburan Korea. Ia baru saja menyelesaikan syuting drama “Can Love Be Translated?”, yang diadaptasi dari novel populer, dan mendapat pujian atas aktingnya yang natural. Namun, tuduhan pengemplangan pajak ini tidak hanya menodai reputasinya, tetapi juga memicu spekulasi tentang dampaknya pada karier. Para pengamat industri seperti analis dari Korea Herald menyarankan bahwa jika terbukti bersalah, Kim Seon-ho bisa menghadapi denda besar atau bahkan larangan bekerja di industri hiburan, mirip dengan kasus aktor lain seperti Lee Joon-gi yang pernah terlibat skandal serupa. Di tengah tren K-pop dan Hallyu yang sedang booming, kasus ini menyoroti masalah transparansi keuangan di agensi-agensi Korea, di mana artis sering kali menjadi korban sistem yang tidak adil.
Para penggemar dan netizen di Indonesia, di mana drama Korea sangat populer, bereaksi campur aduk. Beberapa mendukung Kim Seon-ho dengan harapan ia tidak terlibat langsung, sementara yang lain menuntut keadilan dan reformasi di industri. Ahli hukum Korea, Prof. Kim Young-hoon, menjelaskan bahwa pengemplangan pajak di negara itu bisa dihukum hingga 10 tahun penjara dan denda hingga 300% dari jumlah yang disembunyikan. Fantagio, yang juga mengelola artis lain seperti Choi Sung-eun, mungkin perlu melakukan restrukturisasi untuk memulihkan kepercayaan. Secara keseluruhan, skandal ini mengingatkan betapa rapuhnya dunia selebriti, di mana satu tuduhan bisa mengubah segalanya, dan Kim Seon-ho mungkin perlu fokus pada klarifikasi untuk melanjutkan kariernya yang cerah. Para pengikutnya akan terus memantau perkembangan, dengan harapan aktor ini bisa bangkit dari badai ini.
Sumber:cna.id





















