Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

Kontroversi Anime Conan di China: Cosplay dan Penjualan Merch Dilarang Imbas Ketegangan Budaya Jepang–China

Beberapa acara anime besar di China baru-baru ini melarang pengunjung melakukan cosplay serta membeli merchandise serial anime Jepang populer Detective Conan. Larangan ini muncul setelah kolaborasi spesial antara Detective Conan dan serial manga lain dari Jepang, My Hero Academia, memicu kecaman dan reaksi kuat di media sosial Tiongkok dari para netizen yang merasa tersinggung oleh hubungan budaya tersebut.

Kolaborasi yang dirilis untuk merayakan ulang tahun ke-30 Detective Conan dan ulang tahun ke-10 My Hero Academia awalnya dimaksudkan sebagai penghormatan dan hadiah bagi penggemar kedua seri tersebut. Namun, banyak pengguna internet di China menilai kerja sama ini “menghina perasaan rakyat Tiongkok” dan membawa simbol serta isu budaya sensitif yang berkaitan dengan sejarah masa lalu antara China dan Jepang.

Reaksi keras tersebut kemudian membuat penyelenggara acara anime di sejumlah kota seperti Beijing, Chongqing, dan Lanzhou mengambil keputusan untuk melarang segala bentuk cosplay, pameran, serta penjualan barang atau merchandise yang berkaitan dengan Detective Conan di acara mereka. Beberapa lokasi bahkan memperluas larangan ini ke franchise lain yang juga menjadi sorotan warga, termasuk Pokémon, sebagai upaya merespons sentimen masyarakat yang meluas terhadap konten budaya Jepang.

Pihak yang mewakili Detective Conan di China telah menyatakan bahwa kolaborasi itu “tidak bermaksud membawa implikasi politik apa pun”, tetapi pernyataan tersebut tidak banyak meredakan kemarahan publik. Penyebabnya berkaitan dengan sejarah sensitif seperti kontroversi karakter dalam My Hero Academia yang sebelumnya dihapus dari platform China karena dianggap merujuk pada Unit 731 — unit militer Jepang yang terkenal karena eksperimen manusia di masa perang — serta persepsi bahwa Jepang belum sepenuhnya bertanggung jawab atas beberapa tindakan historisnya.

Peristiwa ini mencerminkan bagaimana hubungan internasional dan memori sejarah dapat berdampak langsung pada kegiatan budaya pop seperti cosplay dan acara fan-con, serta menunjukkan betapa kuatnya perasaan nasionalisme di tengah komunitas penggemar anime di China saat ini.

Sumber: CNN Indonesia

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 10 February 2026 — 3:56 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy