Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

Sinergi dan Kolaborasi: BPS Kota Magelang Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam rangka mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Magelang, menggelar Penandatanganan Komitmen Bersama Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Rabu (17/06/2026). Acara strategis ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Kota Magelang”, bertempat di Ballroom Borobudur, Puri Asri Hotel and Resort Magelang.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar serentak di seluruh Indonesia sendiri sudah berjalan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Kegiatan sepuluh tahunan yang jatuh pada tahun berakhiran angka enam ini bertujuan untuk memotret kondisi riil serta struktur perekonomian, khususnya di wilayah Kota Magelang.

Kepala BPS Kota Magelang Nurul Choiriyati mengatakan Sensus Ekonomi kali ini dinilai istimewa dan berbeda dari sensus sebelumnya. Jika biasanya sensus hanya mengajukan pertanyaan pendek dalam satu lembar kuesioner, kali ini pendataan dilakukan secara menyeluruh dan mendalam hingga menyentuh sektor rumah tangga, usaha, hingga pertanian.

“Untuk Kota Magelang, BPS menerjunkan sebanyak 119 petugas yang direkrut secara khusus untuk menyukseskan kegiatan ini. Petugas lapangan tersebut bertanggung jawab melakukan pendataan di 10 hingga 11 Rukun Tetangga (RT)”, ungkapnya.

Mengingat adanya riwayat kasus penipuan oleh oknum yang berpura-pura menjadi petugas sensus untuk menguras harta warga, BPS Kota Magelang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. BPS memastikan bahwa seluruh petugas resmi telah dibekali atribut dan identitas yang jelas, meliputi Rompi Khusus berwarna hitam dengan list oranye bertuliskan “Sensus Ekonomi”.

“Petugas juga dilengkapi dengan Surat Tugas dan Id Card Resmi berbarcode sehingga Masyarakat dapat memindai (scan) barcode tersebut untuk memverifikasi identitas resmi petugas”, tambahnya.

Pada Sensus Ekonomi kali ini, petugas tidak lagi membawa kuesioner kertas, melainkan menggunakan gawai/HP (gadget) untuk menginput data secara langsung. Selain itu, sebagai bagian dari prosedur resmi, petugas diwajibkan melakukan pengambilan foto ruang tamu dan tampak depan rumah responden menggunakan sistem Geotagging (penandaan lokasi geografis).

“Kami harap masyarakat tidak perlu khawatir dan koorperatif menjawab pertanyaan petugas dengan jujur”, tandas Nurul

Di akhir pendataan, petugas akan menempelkan stiker resmi yang memuat nomor bangunan dan nomor usaha.

Tak hanya keluarga, BPS juga meminta dukungan penuh dari para pelaku usaha dan sektor pertanian di Kota Magelang. Untuk usaha berskala besar dengan pembukuan yang kompleks, BPS dapat mengirimkan tautan (link) pengisian data melalui email atau WhatsApp agar tidak mengganggu aktivitas bisnis.

“Sensus ini juga akan memotret sekecil apa pun pergeseran ekonomi warga, termasuk usaha rumahan seperti budidaya lele, penjualan hasil kebun, hingga industri pengolahan kuliner lokal”, tutupnya.

Melalui data yang dikumpulkan ini, pemerintah dapat menganalisis perkembangan struktur ekonomi Kota Magelang selama 10 tahun terakhir—apakah mengalami peningkatan, penurunan, atau pergeseran dari sektor pertanian ke sektor jasa dan perdagangan. Data ini nantinya juga akan digunakan untuk melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat secara akurat.

Sementara itu Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menekankan bahwa data yang akurat, objektif, jujur, dan kredibel merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Semua pembangunan harus berdasarkan data (all by data). Tanpa data yang berkualitas, kebijakan yang diambil berisiko tidak tepat sasaran dan memberikan manfaat yang kurang optimal bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan jajaran Forkopimda, OPD, akademisi, dunia usaha, dan insan media yang hadir.

Lebih lanjut, Damar menjelaskan bahwa karakteristik data ekonomi bersifat dinamis. Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi instrumen krusial untuk memotret dinamika riil perekonomian Kota Magelang, mulai dari pelaku usaha mikro hingga berskala besar.

Guna mengantisipasi adanya kekhawatiran atau keraguan di masyarakat terkait kerahasiaan data, Pemkot Magelang menginstruksikan jajaran Camat, Lurah, hingga Ketua RW dan RT untuk bergerak aktif melakukan edukasi. Wali Kota meminta pemanfaatan grup WhatsApp di tingkat warga sebagai kanal informasi resmi guna menyebarkan narasi-narasi positif mengenai SE2026 secara efektif dan efisien.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Saya mengimbau seluruh pelaku usaha dan warga masyarakat untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi mewujudkan Kota Magelang yang semakin maju, berdaya saing tinggi, dan sejahtera,” pungkasnya.

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 17 June 2026 — 10:27 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy