Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

BAZNAS RI Kembangkan Lumbung Pangan 90 Hektare Di Kabupaten Magelang, Sasar Padi dan Cabai

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan ekonomi petani di Kabupaten Magelang melalui Program Lumbung Pangan. Program tersebut mengembangkan budidaya padi dan cabai dengan total luasan sekitar 90 hektare, terdiri atas 75 hektare tanaman padi dan 15 hektare cabai.

Program tersebut dibahas dalam FGD Program Lumbung Pangan Padi dan Cabai BAZNAS RI yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (18/9/2026).

Ketua BAZNAS Kabupaten Magelang M. Kholid As’adi mengatakan program tersebut menjadi bentuk kepercayaan BAZNAS RI dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.

“Kami berharap program ini bisa berhasil dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Kami juga mohon arahan dan petunjuk agar program ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Perwakilan Divisi Usaha Pertanian dan Perkebunan BAZNAS RI, Tatik Kurniati, mengatakan Program Lumbung Pangan merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan. Program tersebut diarahkan agar petani tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pendampingan budidaya, penguatan kelompok, manajemen keuangan hingga akses pasar.

“Tujuannya bagaimana para petani bisa lebih profesional dalam budidayanya, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Di Kabupaten Magelang, program tersebut menyasar kelompok petani di wilayah Salaman dan Sawangan. Komoditas yang dikembangkan meliputi padi dan cabai dengan total lahan sekitar 90 hektare.

Nilai dukungan program disebut mencapai sekitar Rp 600 juta untuk dua kelompok petani. Selain bantuan usaha, BAZNAS menyiapkan pendampingan teknis agar petani mampu meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Hasil panen cabai juga diarahkan memiliki kepastian pasar melalui keterlibatan off-taker. Dengan demikian, petani tidak hanya didorong menghasilkan komoditas, tetapi juga memiliki akses pemasaran.

Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan pentingnya konsolidasi antar kelompok petani. Menurutnya, pengelolaan lahan dalam satu kawasan akan memudahkan pendampingan dan intervensi program pemerintah.

“Kalau konsolidasi geografisnya ada, insyaallah akan lebih mudah. Bantuan-bantuan pemerintah juga bisa diarahkan berdasarkan konsolidasi geografis,” kata Grengseng.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kekompakan sumber daya manusia di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis.

Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan bantuan modal, tetapi juga kemampuan petani bekerja dalam kelompok, meningkatkan keterampilan, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Petani dengan keahliannya harus bisa menjadi teladan bagi yang lain,” ujarnya.

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 18 September 2026 — 8:27 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy