Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

Siap Siap !! Magelangan : Kota Sejuta Karya hadir 3 – 4 Oktober di Untidar Kampus Sidotopo

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang siap menggelar Magelangan : Kota Sejuta Karya, di kawasan depan Rektorat Universitas Tidar (Untidar) Kampus Sidotopo pada Sabtu – Minggu (3-4/10/2026).

Sekretaris Disporapar Kota Magelang, Yetty Setia Ningsih mengungkapkan, Event tahunan yang dulu bernama Parekraf fair ini kembali hadir sebagai ajang unjuk karya serta apresiasi bagi para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Magelang.

“Ibaratnya itu kayak ‘lebarannya’ teman-teman kreatif dan juga para pelaku wisata untuk unjuk karya. Dari 17 subsektor yang ada, perkembangan pergerakan mereka selama setahun akan ditampilkan di sini. Subsektor yang berkembang paling pesat, salah satunya film, akan kita berikan apresiasi khusus untuk tampil di panggung utama,” ujar Yetty Setia Ningsih.

Selain menjadi sarana ekspresi dan apresiasi lokal, gelaran Magelangan : Kota Sejuta Karya juga difungsikan sebagai langkah nyata penguatan kerja sama regional antar-daerah dalam kawasan Gelang Manggung (Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang).

“Selain untuk wadah kreatif, ini adalah satu perwujudan kerja sama Gelang Manggung. Dalam klaster perencanaan wilayah Jawa Tengah, kita berada dalam satu klaster. Selain berkolaborasi secara internal dengan ekosistem heksahelik, kita juga perlu ‘gandengan tangan’ dengan daerah tetangga. Melalui Parekraf fair ini, kita bisa saling melibatkan tokoh maupun menampilkan potensi seni antar-wilayah,” tambah Yetty.

Disporapar Kota Magelang berharap, ajang tahunan yang diselenggarakan secara rutin ini tidak hanya mengangkat potensi ekonomi kreatif lokal, tetapi juga terus memperkuat ekosistem pariwisata Kota Magelang agar semakin maju dan berdaya saing.

Sementara itu Panitia Magelangan Asef F Amani menyebut, Panitia mencoba menghadirkan karya kreatif melalui berbagai bentuk. Dalam expo, produk dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Magelang akan ditampilkan secara langsung.

Satu yang diperkirakan cukup dominan adalah wastra, termasuk batik, kain, dan produk fashion. Namun, subsektor yang produknya tidak cocok ditampilkan melalui stan juga tetap mendapat ruang.

Karya desain komunikasi visual, misalnya, akan hadir melalui elemen visual yang membangun keseluruhan acara. Begitu pula subsektor video dan film yang ditampilkan melalui materi audiovisual dan agenda screening.

“Jadi mereka tidak perlu membuka stand, tetapi secara keseluruhan karya visual ini adalah karya-karya dari teman-teman desain komunikasi visual,” bebernya.

Dengan konsep tersebut, panitia ingin pengunjung tidak sekadar datang melihat deretan stan, tetapi merasakan berbagai bentuk karya kreatif sejak memasuki kawasan acara.

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 29 September 2026 — 11:17 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy