
Kolaborasi Bank Bapas 69 dan Federasi Akuatik Indonesia (FAI) Kota Magelang, sukses menggelar kejuaraan renang pemula antar sekolah/perkumpulan tingkat Eks Karesidenan Kedu di Kolam Renang Banjarmakmur Desa Banjarnegoro Mertoyudan Magelang, Minggu (20/09/2026).
Ajang yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-57 PT BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang ini, diikuti 345 atlet. Bertujuan menjaring embrio atlet potensial sekaligus memajukan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di wilayah Eks Karesidenan Kedu.
Ketua FAI Kota Magelang, Hir Jatmiko, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet sejak dini serta upaya memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tingkat desa.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa potensi olahraga renang tidak hanya berpusat di perkotaan. Di Desa Banjarnegara ini ternyata ada arena yang representatif sebagai pusat kegiatan olahraga (sport center), meskipun dalam skala lokal. Kami berharap kejuaraan ini melahirkan atlet-atlet baru yang mampu menembus level nasional hingga dunia, serta berpotensi mencetak rekor-rekor baru,” ujar Hir Jatmiko.
Ia menambahkan, pembinaan atlet membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, sekolah, hingga kemitraan dengan dunia usaha. Berdasarkan rekam jejak pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) lalu, Kota Magelang berhasil menyumbangkan 4 medali perunggu dari cabang olahraga renang.
“Harapan kami, Bank Bapas 69 bisa terus berlanjut menjadi sponsor bahkan menjadi ‘Ayah Asuh’ bagi cabang olahraga renang ini secara berkesinambungan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemasaran Bank Bapas 69 Magelang, M. Yofan Gustama menyatakan, Bank Bapas 69 berkomitmen mendukung pengembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya di cabang olahraga akuatik.
“Ini merupakan pertama kalinya Bank Bapas 69 memberikan dukungan penuh pada kejuaraan renang, kami berharap kerja sama dengan FAI Kota Magelang dapat terus berlanjut demi mencetak anak-anak berprestasi di bidang renang.” ungkap Yofan.
Di sisi lain, Camat Mertoyudan Untung Sujoko turut mengapresiasi kepercayaan menjadikan wilayahnya sebagai tuan rumah kejuaraan. Selain menjaring bibit atlet, ajang ini membawa dampak ekonomi nyata (multiplier effect) bagi masyarakat lokal dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami sangat bersyukur acara ini diselenggarakan di arena renang BUMDes Banjarnegoro. Kehadiran ratusan atlet dan pengunjung meningkatkan pendapatan pedagang kecil, warung, hingga pengelolaan parkir desa. Ini sejalan dengan tujuan pembentukan BUMDes untuk menggerakkan ekonomi warga dan memperkenalkan nama Desa Banjarnegara,” tuturnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pengurus cabor, lembaga keuangan daerah, dan pemerintah desa, event olahraga ini diharapkan dapat terus bergulir secara berkala guna mencetak generasi muda yang sportif sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.



















