
Pep Guardiola kembali menjadi sorotan jelang final Carabao Cup setelah secara terbuka meminta penyelenggara kompetisi mengubah aturan. Pelatih Manchester City itu menilai regulasi yang berlaku saat ini tidak masuk akal karena membuat Marc Guehi berpotensi absen di partai puncak, meski sang pemain tampil sejak fase awal turnamen.
Guardiola menyoroti aturan Carabao Cup yang melarang pemain tampil di final apabila status pendaftarannya tidak sesuai dengan ketentuan tertentu, meski pemain tersebut telah berkontribusi membawa tim melaju hingga laga terakhir. Menurutnya, situasi ini merugikan klub dan pemain karena keputusan administratif justru mengalahkan aspek sepak bola itu sendiri.
Dalam pernyataannya, Guardiola menyebut Guehi sudah berjuang bersama tim di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Karena itu, ia merasa tidak adil jika sang bek harus absen di final hanya karena aturan yang dianggap kaku. Guardiola menegaskan bahwa final seharusnya menjadi panggung bagi pemain terbaik yang membantu tim mencapai laga tersebut, bukan ditentukan oleh detail teknis yang bisa ditinjau ulang.
Pelatih asal Spanyol itu juga menilai regulasi semacam ini perlu dievaluasi agar kompetisi tetap menjunjung nilai sportivitas. Ia menekankan bahwa turnamen piala seharusnya memberi ruang fleksibilitas, terutama dalam kondisi luar biasa yang berdampak langsung pada kekuatan tim di laga final.
Hingga kini, pihak penyelenggara Carabao Cup belum memberikan respons resmi terkait permintaan Guardiola tersebut. Namun, pernyataan sang pelatih kembali memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola Inggris mengenai relevansi aturan lama di tengah dinamika sepak bola modern.
Final Carabao Cup sendiri menjadi salah satu laga paling ditunggu musim ini. Polemik soal Marc Guehi menambah bumbu drama jelang pertandingan, sekaligus membuka diskusi lebih luas soal apakah aturan kompetisi perlu disesuaikan agar tetap adil bagi pemain dan klub yang telah berjuang sejak awal turnamen.
Sumber:sport.detik.co



















