
Halo Sahabat Tidar, gimana nih pantauan langit di tempat kamu siang ini? kayanya mendung sudah mulai “ngintip” dari balik perbukitan Menoreh dan Gunung Merapi ya. Berdasarkan rilis terbaru dari BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, wilayah Magelang Raya diprediksi akan mengalami puncak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Intensitas hujan yang turun pun diperkirakan berada di level sedang hingga lebat, seringkali dibarengi dengan kilat dan angin kencang yang cukup bikin was-was.
Peringatan dini ini bukan buat nakut-nakutin kamu lho, sahabat tidar, tapi supaya kamu jadi lebih waspada. Soalnya, kondisi atmosfer sekarang ini memang lagi mendukung pembentukan awan Cumulonimbus yang sering memicu hujan mendadak dengan angin kencang (puting beliung). Nah kalau sahabat tidar sering beraktivitas di jalanan, terutama kalau lewat di jalur rimbun pohon seperti di kawasan jalan utama Magelang-Yogya atau area Bandongan, sangat disarankan untuk lebih berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang.
BPBD Kota maupun Kabupaten Magelang pun sudah mulai menyiagakan personel di titik-titik rawan longsor dan banjir luapan. Mengingat topografi wilayah Magelang yang banyak perbukitan, air hujan yang turun terus-menerus bisa memicu pergerakan tanah. Jadi, buat kamu yang tinggal di daerah lereng, kalau lihat ada retakan tanah atau air sumur mendadak keruh setelah hujan deras, yuk segera koordinasi dengan perangkat desa setempat sebagai langkah antisipasi dini.
Selain waspada di luar, cuaca dingin begini biasanya juga memengaruhi kondisi fisik loh. Sahabat tidar pasti ngerasa kan kalau badan jadi gampang meriang atau kena flu? Nah, selain sedia payung sebelum hujan, jangan lupa juga sedia asupan vitamin. Mengurangi kebiasaan yang bisa memperberat kerja paru-paru, seperti merokok berlebihan, juga sangat disarankan supaya daya tahan tubuh tetap on fire meskipun cuaca di luar lagi syahdu-syahdunya.
Lalu bagi kamu pengendara motor, musim hujan begini bukan cuma soal jas hujan aja, tapi juga soal keamanan berkendara. Pastikan lampu-lampu berfungsi dengan baik dan ban motor nggak dalam kondisi gundul alias halus. Jalanan Magelang yang berliku dan naik-turun bakal jadi lebih licin dari biasanya saat diguyur hujan pertama kali. Ingat ya, keluarga di rumah menunggu kamu pulang dengan selamat, jadi nggak perlu ngebut-ngebutan loh ya!
Masalah sampah juga jadi perhatian serius nih di tengah cuaca ekstrem. Hujan lebat seringkali bikn drainase di beberapa sudut kota meluap hanya karena tersumbat sampah plastik. Yuk, sahabat tidar yang terpelajar, bisa mulai dari hal kecil dengan nggak buang sampah sembarangan ke selokan. Kalau saluran air lancar, risiko genangan air di depan rumah atau jalan raya pun bisa diminimalisir bareng-bareng.
Pihak PLN juga kasih himbauan supaya masyarakat segera melaporkan jika melihat ada dahan pohon yang sudah menyentuh kabel listrik. Dalam kondisi angin kencang, gesekan dahan dengan kabel bisa memicu percikan api atau bahkan pemadaman listrik secara mendadak. Jadi, kalau ada potensi bahaya di sekitar lingkungan kamu, jangan ragu untuk lapor lewat aplikasi resmi atau hubungi call center terkait demi keamanan bersama.
Jangan lupa juga untuk terus memantau informasi tinggi muka air sungai, terutama bagi kamu yang tinggal atau punya usaha di pinggiran sungai yang berhulu di Merapi. Meski status Merapi masih tetap di level Siaga, aliran air dari atas bisa membawa material sisa erupsi (lahar hujan) jika intensitas hujan di puncak sangat tinggi. Tetap tenang, pantau radio kebanggaan kamu, dan ikuti arahan dari relawan serta pihak berwajib.
Sahabat tidar, menghadapi cuaca ekstrem memang butuh kerja sama dari semua belah pihak. Saling mengingatkan antar tetangga dan teman adalah kunci supaya bisa melewati musim penghujan ini tanpa kendala berarti. Tim redaksi Radio Tidar juga akan terus mengudara memberikan update tercepat jika ada perubahan kondisi cuaca yang signifikan di wilayah Magelang dan sekitarnya.
Akhir kata, tetap jaga kesehatan dan keselamatan di manapun sahabat tidar berada. Jangan biarkan cuaca mendung bikin semangat kamu luntur. Tetaplah menjadi bagian dari “Generasi Terpelajar” yang selalu siap dan tanggap terhadap situasi lingkungan sekitar. Sampai jumpa di info terkini berikutnya, hanya di portal berita kesayangan kamu, radiotidar.com
Sumber Berita:
BMKG Ahmad Yani Semarang, BPBD Kabupaten/Kota Magelang



















