
Pagi ini, Gunung Merapi kembali menunjukkan eksistensinya dengan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan terbaru dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aktivitas guguran lava dan awan panas masih terus terjadi. Kamu harus tahu kalau arah luncuran material vulkanik ini dominan ke sektor selatan hingga barat daya, terutama ke hulu Kali Bebeng dan Kali Krasak.
Sepanjang pengamatan terbaru hari ini (29/01/2026), tercatat belasan kali guguran lava pijar yang meluncur dengan jarak tempuh cukup jauh, mencapai 1.800 meter dari puncak. Suara guguran pun sesekali terdengar cukup jelas hingga ke pos pengamatan, menandakan bahwa suplai magma di dalam perut gunung masih sangat aktif. Fenomena ini menjadi pengingat bagi kamu yang tinggal di lereng Merapi untuk tidak lengah.
Selain guguran lava, awan panas guguran juga sempat teramati meluncur dengan jarak tempuh yang bervariasi. Meski visual gunung terkadang tertutup kabut tebal, instrumen seismogram tidak bisa berbohong dan menunjukkan adanya rentetan gempa guguran yang cukup intens. Kondisi ini membuat status Gunung Merapi masih tetap bertahan di Level III atau “Siaga” sejak beberapa waktu lalu.
Sahabat Tidar, penting sekali untuk kamu perhatikan mengenai zona bahaya yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Jika kamu punya aktivitas di sekitar aliran sungai tersebut, harap ekstra hati-hati.
Untuk sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Gendol sejauh 5 km dan Sungai Woro sejauh 3 km. Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Jadi, pastikan kamu selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan jangan nekat mendekati area-area terlarang tersebut demi keselamatan bersama.
Gangguan abu vulkanik juga menjadi salah satu hal yang perlu kamu antisipasi, Sahabat Tidar. Jika terjadi erupsi atau awan panas yang searah dengan tiupan angin ke pemukiman, segera gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan pernapasan kamu dari partikel halus material vulkanik yang tajam.

Pihak BPPTKG dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat juga terus melakukan sosialisasi kepada warga di kawasan rawan bencana. Kamu diharapkan tetap tenang namun selalu siap siaga, terutama saat hujan turun di puncak Merapi. Bahaya lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi bisa terjadi kapan saja jika intensitas hujan di atas sana cukup tinggi.
Pemerintah daerah melalui BPBD Magelang juga telah memastikan jalur evakuasi dalam kondisi siap pakai jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas yang lebih besar. Kamu bisa memantau perkembangan terkini melalui Radio Tidar di 94,3 FM atau media sosial resmi milik BPPTKG untuk mendapatkan data yang akurat dan terpercaya.
Jangan mudah termakan berita hoaks yang sering beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas, ya. Tetap pantau terus kabar Merapi hanya dari sumber-sumber resmi agar informasi yang kamu dapatkan tidak simpang siur dan tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di lingkungan tempat tinggalmu.
Demikian kabar terbaru mengenai aktivitas Gunung Merapi hari ini. Tetap waspada, tetap tenang, dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar semuanya senantiasa diberikan keselamatan. Salam hangat untuk keluarga di rumah, Sahabat Tidar!
Sumber Berita: BPPTKG, BPBD Magelang, Radar Jogja, Tribun Jogja.



















