
Industri streaming di Asia Tenggara memasuki fase baru yang tak terduga. Data terbaru dari lembaga riset Media Partners Asia (MPA) dan platform pengukuran AMPD menunjukkan sebuah momen penting: konten lokal Indonesia kini berhasil sejajar dengan drama Korea (Drakor) dalam hal popularitas penonton di layanan streaming premium pada kuartal keempat tahun 2025.
Fenomena ini berakar dari pertumbuhan pesat jumlah pelanggan streaming berbayar di kawasan ASEAN, yang meningkat sekitar 19% sepanjang 2025, dengan total lebih dari 61 juta akun aktif. Indonesia menjadi salah satu kontribusi terbesar terhadap lonjakan ini, baik dari jumlah pelanggan maupun durasi tontonan yang dicatat di berbagai platform digital.
Salah satu indikator paling menarik dari perubahan ini adalah pangsa tontonan yang kini diraih oleh konten lokal Indonesia. Dalam laporan kuartal terakhir itu, produksi Indonesia berhasil mendapatkan sekitar 30% pangsa tontonan, persis setara dengan Drakor yang selama ini mendominasi pasar hiburan digital. Artinya, film dan serial Indonesia kini tak lagi sekadar ada di daftar, tetapi benar-benar dinikmati oleh jutaan penonton secara luas.
Perubahan selera juga terlihat dari perilaku pengguna. Kedekatan budaya, cerita yang relevan dengan kehidupan lokal, serta inovasi dalam cerita dan produksi membuat penonton semakin percaya karya dalam negeri bisa memberi hiburan berkualitas tinggi — setara dengan konten luar negeri. Bahkan beberapa judul asli Indonesia masuk ke posisi tayangan terpopuler di platform besar.
Platform lokal seperti Vidio menjadi contoh sukses dalam tren ini. Layanan tersebut mencatat lonjakan durasi tonton terbesar dibanding layanan lain, menunjukkan bahwa audiens Indonesia tak hanya menonton, tetapi juga betah menikmati konten lokal lebih lama.
Namun bukan berarti Drakor menghilang dari peta hiburan digital. Drama Korea tetap menjadi daya tarik kuat dan salah satu alasan pelanggan berlangganan berbagai layanan streaming. Yang berubah adalah kini konten Indonesia tidak lagi tertinggal jauh — bahkan mampu berdiri sejajar di persaingan penonton internasional.
Ini bukan hanya soal angka statistik, tetapi simbol penting dalam industri kreatif Tanah Air: kepercayaan penonton terhadap kualitas karya dalam negeri tumbuh pesat. Dengan momentum ini, masa depan konten Indonesia di platform global menatap peluang yang semakin luas.
Sumber: CNN Indonesia, Seasia.com, IDN Financials



















