Sahabat Tidar perlu kalian ketahui, Generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012 ini, meski dikenal adaptif dan melek terhadap teknologi. Nyatanya menjadi kelompok yang paling rentan mengalami kelelahan ekstrim di lingkungan kerja.
Menurut laporan World Health Organization (WHO), burnout kini sudah diakui sebagai fenomena kesehatan kerja yang ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan, sinisme terhadap pekerjaan, dan penurunan efektivitas profesional. Sementara itu, survei dari Deloitte (2022) menyebutkan bahwa 46% Gen Z di seluruh dunia merasa stres hampir sepanjang waktu karena pekerjaan, keuangan, dan tekanan sosial.
Bahkan menurut fimela, di Indonesia sendiri gejala burnout yang dialami Gen Z mencapai presentasi hingga 27% dari 1.190 responden pada Juli 2023. Selain itu, 21% merasa tidak berguna dan 15% mengalami kesulitan tidur akibat kondisi ini.
Dr. Ray yang merupakan pendiri Health Collaborative Center atau HCC ia mengatakan bahwa sekitar 6 dari 10 pekerja sektor keuangan usia muda mengeluh stres dan burnout yang dirasakan sebagai mudah lelah atau tidak tahan tekanan. Tekanan pekerjaannya, mulai dari tuntutan deadline, budaya kerja yang harus online, hingga distraksi media sosial, yang mana itu semua bisa membuat energi terkuras habis.
Sahabat Tidar tenang aja, ada cara supaya burnout bisa diatasi dan nggak mengganggu produktivitas mu, berikut caranya:
- Kenali Tandanya
Biasanya muncul tanda seperti susah fokus, gampang lelah, susah tidur hingga kehilangan motivasi. Menurut Maslach, mengenali tanda ini lebih awal adalah langkah penting untuk mencegah dampak lebih parah.
2. Buat Prioritas dan batasan
Menurut ahli psikologi kerja, Adam Grant, membuat batasan kerja justru meningkatkan produktivitas karena energi mental lebih terjaga. Dengan cara, stop buka email setelah jam kerja, atur notifikasi, atau beri waktu khusus untuk benar-benar offline.
3. Atur Waktu dan Energi
Dalam melakukan pekerjaan, bisa membuat pengaturan waktu secara efisien agar bisa menyelesaikan tugas tanpa terburu-buru dan merasa terbebani.
4. Kurangi Paparan Media Sosial
Membatasi penggunaan media sosial untuk memperburuk stres dan mengurangi tekanan dari ekspektasi sosial.
5. Cari Bantuan Profesional
Jika memang sudah tidak bisa dikendalikan secara pribadi, sebaiknya pertimbangkan untuk berbicara dengan psikolog atau konselor untuk mendapatkan bantuan yang sesuai dan benar
Selain cara diatas, Sahabat Tidar juga perlu yang namanya menjaga keseimbangan hidup atau biasa disebut dengan work-life balance sebagai fondasi utama. Di sela-sela kesibukan, tetap luangkan waktu untuk bisa mengisinya dengan kegiatan lain seperti melakukan hobi atau aktivitas menyenangkan lainnya. Jika perlu, Sahabat Tidar bisa mengambil cuti dari pekerjaan untuk memulihkan energi fisik dan mental. Selain itu, secara perlahan ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tidur yang cukup, hingga menjaga pola makan secara teratur.



















