Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

Mengenal Quiet Covering, Strategi Adaptasi Gen Z di Lingkungan Kerja

Istilah quiet covering belakangan ini sedang ramai diperbincangkan, teruma di kalangan Gen Z yang mulai memasuki dunia kerja. Quiet covering berasal dari konsep “covering” dalam studi identitas dan keragaman, yakni upaya seseorang untuk menyembunyikan atau meredam aspek identitas pribadinya agar lebih “dianggap normal” atau “tak mencolok” dalam lingkungan sosial tertentu, demi menghindari stereotip, penilaian negatif, atau diskriminasi.

Dalam konteks dunia kerja modern dan generasi muda, quiet covering merujuk pada kebiasaan menyembunyikan aspek identitas non-profesional (misalnya, latar belakang, kondisi mental, nilai pribadi, orientasi, bahkan cara berpakaian atau ekspresi emosi) di tempat kerja agar “cocok” dengan ekspektasi profesional dan tidak dianggap berbeda atau lemah.

Fenomena quiet covering makin banyak dibicarakan sebagai salah satu strategi adaptasi yang dilakukan Gen Z di lingkungan profesional di Indonesia. Di balik diam dan ekspresi datar, banyak aspek identitas pribadi yang sengaja disembunyikan agar lebih “aman” di tempat kerja.

Menurut Detik, istilah ini merujuk pada kecenderungan seorang karyawan terutama generasi muda untuk menyembunyikan aspek-aspek pribadi mereka agar terhindar dari penilaian negatif atau stereotip di kantor. Detik juga menyebutkan melalui surveinya yakni sebanyak 58% responden pernah melakukan skill masking (menyembunyikan kekurangan kemampuan) agar tidak ditekan atau dihakimi dan hampir 40% mengaku enggan meminta bantuan meskipun masih ragu cara kerjanya.

Sementara itu, Medcom menjelaskan bahwa quiet covering tidak hanya sekadar menyembunyikan hal-hal besar seperti orientasi seksual atau latar belakang, tetapi juga bisa berupa ekspresi emosi yang dikendalikan, atau menjaga wajar dalam interaksi agar tidak dianggap “berlebihan.”

Tujuan dilakukannya  quiet covering pada Gen Z memiliki banyak motivasi diantaranya:

  1. Menjaga Citra Profesional
  2. Mencari Penerimaan Sosial dan Menghindari Bias
  3. Mencari Peluang Promosi dan Penilaian Kinerja yang Baik
  4. Tekanan Budaya Kinerja Lintas Generasi
  5. Keterbatasan Ruang Aman di Organisasi

Dibalik itu semua, jika terlalu sering melakukannya dapat menimbulkan efek buruk, baik bagi individu tersebut maupun tempat kerjanya. Dimana akan menimbulkan stres dan beban mental, kehilangan kreativitas dan gagasan autentik, hubungan kerja menjadi dangal hingga bisa membuat karyawan tersebut merasa tidak benar-benar diterima dan akan berpikir akan mencari pekerjaan lain yang lebih memungkinkan untuk menjadi diri sendiri.

Adanya fenomena quiet covering menunjukkan bahwa Gen Z berusaha mencari titik aman antara otentisitas dan profesionalisme. Agar budaya ini tidak menekan kreativitas, perusahaan di Indonesia disarankan membangun ruang aman dengan komunikasi terbuka, program kesehatan mental, serta kebijakan inklusi yang nyata.

 

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 30 September 2025 — 8:56 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy