Selama ini banyak orang mengira osteoporosis hanya menyerang lansia. Faktanya, anak muda juga bisa mengalami pengeroposan tulang jika gaya hidup dan pola makannya tidak sehat. Osteoporosis bahkan disebut sebagai “silent disease” karena sering tidak menimbulkan gejala sampai akhirnya terjadi patah tulang.
Ada beberapa faktor yang memicu, mulai dari kurangnya asupan kalsium dan vitamin D, kebiasaan jarang berolahraga, hingga gaya hidup tidak sehat. Dikutip dari Alodokter, tulang mencapai puncak kepadatannya di usia 20–30 tahun. Jika di masa muda seseorang tidak menjaga pola hidup sehat, risiko osteoporosis di usia lebih lanjut akan semakin besar.
Kebiasaan sehari-hari juga turut berperan dan pengeroposan tulang. Dikutip dari Media Indonesia, remaja yang terbiasa mengkonsumsi minuman berkafein berlebihan, merokok, atau jarang terkena sinar matahari memiliki risiko lebih tinggi mengalami pengeroposan tulang.
Untuk mencegah osteoporosis sejak muda, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Penuhi asupan kalsium dan vitamin D
Dikutip dari Alodokter, kalsium bisa didapat dari susu, ikan, dan sayuran hijau, sedangkan vitamin D bisa diperoleh dari paparan sinar matahari pagi. - Rajin berolahraga
Dikutip dari situs Kemenpora, olahraga beban seperti jogging, lompat tali, atau naik tangga sangat baik untuk merangsang pertumbuhan tulang yang kuat. - Hindari kebiasaan buruk
Mengurangi konsumsi alkohol, rokok, dan minuman berkafein tinggi dapat membantu menjaga kesehatan tulang. - Konsumsi protein seimbang
Dikutip dari Bio Farma, protein berperan penting dalam menjaga jaringan tulang dan otot tetap kuat.
Anak muda sebaiknya tidak meremehkan risiko osteoporosis. Dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menjalani gaya hidup sehat sejak dini, tulang bisa tetap kuat hingga tua. Seperti yang disampaikan Alodokter, puncak kepadatan tulang terbentuk di usia muda, sehingga waktu terbaik untuk mencegah osteoporosis adalah sekarang.



















