Sudah menjadi pilihan yang tepat jika sahabat tidar membawa botol tumbler sendiri , selain mengurangi tumpukan sampah plastik, membawa tumbler sendiri akan mempermudah kita dalam beraktifitas , menjaga higienis , dan lebih praktis . Banyak jenis tumbler yang dipasarkan , dari bahan plastik, kaca , atau steinless steel , nah stainless steel merupakan salah satu bahan yang terkenal memiliki kualitas yang tinggi, salah satunya karena dapat menjaga suhu minuman. Selain itu materi ini juga tahan lama, aman untuk mesin pencuci piring, dan rentan melawan bakteri. Tapi coba deh , kapan terakhir sahabat tidar mencuci tumbler kesayangan nih ? Padahal hanya diisi air putih , memang harus dicuci ? Tentu saja dong , mau tumbler diisi air putih , kopi, bahkan teh , tetap harus dicuci . Setelah menggunakan tumbler , disarankan untuk segera mencuci ya
- Gunakan sabun yang lembut . Hindari pemakaian detergen ya , mencuci dengan sabun lembut atau sabun khusus mencuci piring . Tuangkan saja dua atau tiga tetes sabun dalam baskom yang sudah diberi air hangat .
- Dengan air hangat . Ingat ya , air yang hangat , bukan panas . Air hangat akan membantu mengangkat bakteri yang menempel di permukaan tumbler , apalagi sahabat tidar pakai tumbler berbahan stainless steel
- Pakai sikat khusus . Sahabat tidar bisa dapatkan sikat khusus botol tumbler di toko offline ataupun online . Dengan menyikat bagian-bagian dalam dari tumbler , akan menghindari bau tak enak atau menumpuknya bakteri di sudut-sudut tumbler yang tak terjangkau .
- Gunakan baking soda . Jika tumbler mulai berbau tidak sedap, gunakan campuran baking soda dan air hangat untuk menghilangkan bau tersebut.
- Keringkan dan simpan di tempat sejuk , jauhkan dari benda tajam .
- Jangan terlalu sering meninggalkan minuman terlalu lama di tumbler . Sebisa mungkin setiap selesai dipakai , langsung dicuci .
Nah itu tadi ya sahabat tidar , merawat dan mencuci tumbler . Udah keren dan estetik tumbler kamu , tapi masak sih nggak dirawat dengan baik .



















