
Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar beserta jajarannya menyambut peserta retreat Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Tahun 2026 di Gedung Graha Utama Akmil. Kegiatan ini diikuti oleh para Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota, serta dihadiri Gubernur Lemhannas RI, Sekretaris Utama Lemhannas RI, dan Wakil Gubernur Akmil.
Dalam sambutannya, Gubernur Akmil menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Kesatrian Akademi Militer. Ia menegaskan bahwa menjadi suatu kehormatan bagi Akmil dapat menjadi tuan rumah kegiatan strategis yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur Akmil menekankan bahwa Akademi Militer sebagai lembaga pendidikan Perwira TNI AD menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat bagi para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan retreat.
Gubernur Akmil juga berharap kegiatan ini mampu melahirkan gagasan konstruktif, memperkuat komitmen, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung kemajuan daerah dan pembangunan nasional. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan serta berharap seluruh rangkaian kegiatan KPPD Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hari pertama retret difokuskan pada proses adaptasi peserta. Setelah registrasi dan pemeriksaan kesehatan, agenda dilanjutkan dengan upacara penyambutan pada sore hari. Para peserta dijadwalkan memasuki gerbang utama Akmil menuju Graha Utama, disambut alunan drumband Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL). 
Sementara itu Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil menilai, retret ini sebagai kegiatan strategis untuk memperkuat peran legislatif daerah. “Intinya bagaimana daerah bisa mengakselerasi program-program nasional agar berjalan maksimal,” bebernya.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti kelas intensif selama tiga hari, yang diisi oleh sejumlah kementerian dan lembaga strategis, seperti Bappenas hingga Lemhannas. Materi yang diberikan mencakup perencanaan pembangunan, kepemimpinan, hingga wawasan kebangsaan.

Berbeda dengan forum-forum resmi pada umumnya, kata dia, retret ini mengedepankan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk aspek fisik dan kedisiplinan. Para peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga menjaga kondisi fisik selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari adanya pemeriksaan kesehatan sejak awal kedatangan.



















