Radio Tidar 94.30 FM Magelang

Radionya Generasi Terpelajar

SELAMAT DATANG DI PORTAL INFORMASI RADIO TIDAR 94.30 FM MAGELANG... RADIONYA GENERASI TERPELAJAR...

DAILY PROGRAM

Tekan Pengangguran 2,02 Persen, Kota Magelang Dapat Apresiasi Dari Pemprov Jateng

 

Kota Magelang menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena berhasil menekan angka pengangguran secara signifikan. Piagam penghargaan diberikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari di Ruang VIP Kantor Pemkot Magelang, Rabu (22/2/2023).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wawan Setiadi sebagai leading sektor, Kepala Bappeda Handini Rahayu dan jajarannya, turut hadir pada kegiatan tersebut.

Sakina mengatakan, penurunan tertinggi di Jawa Tengah untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) itu 2,02 persen diraih oleh dua kota, yakni Kota Surakarta dan Kota Magelang. Pengentasan pengangguran di Kota Magelang adalah di sektor informal karena tidak ada perusahaan/pabrik yang menyerap tenaga kerja dengan skala besar. Banyak wirausaha (entrepeneur) di kota ini yang mampu menyerap tenaga kerja.

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono bersyukur telah mendapat penghargaan lantaran angka penurunan TPT mencapai 2,02 persen. Dia mengatakan, Disnaker selaku pengampu teknis dinilai sangat peduli terhadap tugas pokok dan fungsinya.

Pemkot pun terus berupaya merespons dan mendukung jalannya program yang telah direncanakan, khususnya anggaran. Dengan begitu, program tersebut dapat terealisasi dalam rangka mengurangi pengangguran terbuka.

Menurutnya, kunci dari kemiskinan ada pada pengangguran. Ketika bisa diatasi dengan baik, kemiskinan perlahan bakal menurun. Meskipun, lanjut dia, kemiskinan tidak bisa zero atau menyentuh angka 0 persen.

Upaya penurunan pengangguran itu, kata Joko, dilakukan dengan mencetak wirausaha baru. Mengingat di Kota Magelang tidak memiliki industri atau pabrik.

“Jadi bukan dari padat karya, tapi di luar itu,” tutur Joko.

Dia menyebut, pada 2022, Pemkot telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar untuk menggelar berbagai pelatihan guna mencetak wirausaha baru. Sedangkan tahun ini, Pemkot menganggarkan Rp 7 miliar untuk program padat karya. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 4,7 miliar dimanfaatkan untuk memberi pelatihan kepada masyarakat seperti pelatihan barista, barbershop, dan sebagainya.

Comments

comments

Berita Terbaru

Updated: 24 February 2023 — 5:31 am
Radio Tidar FM Magelang © 2018 Design By Blie Dessy