
Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dalam sektor jaminan kesehatan.
Dalam gelaran Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026), terungkap bahwa Indonesia hanya membutuhkan waktu 10 tahun untuk mencapai cakupan kesehatan semesta (UHC).
Capaian ini jauh lebih cepat dibandingkan negara-negara maju seperti Jerman yang membutuhkan waktu 127 tahun atau Austria selama 79 tahun.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menekankan, bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada transformasi mutu layanan yang kini mengedepankan kemudahan dan digitalisasi.
“Kita melakukan transformasi layanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas kesehatan serta layanan yang bermutu didukung pemanfaatan teknologi yang luar biasa, telemedicine, telekonsultasi. Kita bekerja sama dengan baik dengan Kementerian Kesehatan, ada i-Care JKN, antrean online”, ucap Ghufon.
Ghufron juga menyebut melalui Integrasi Data Nasional, kini dokter di Jakarta dapat mengetahui riwayat medis pasien dari wilayah jauh seperti Maluku Utara. Dari segi aksesibilitas, Masyarakat kini cukup menggunakan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Prestasi ini membuat Indonesia menjadi rujukan bagi negara-negara lain. BPJS Kesehatan melaporkan telah menerima kunjungan delegasi dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Malaysia, Inggris, Amerika, hingga India untuk mempelajari sistem JKN-KIS.
Sepanjang periode 2021-2026, BPJS Kesehatan bahkan telah meraih 164 penghargaan dunia, termasuk masuk ke dalam 10 besar terbaik di Asia Pasifik dan menjadi lembaga publik pertama yang masuk dalam nominasi Nobel.
“Indonesia sekarang dipercaya untuk menjadi Ketua TC-Health atau Jaminan Kesehatan untuk ISSA (International Social Security Association), anggotanya 162 negara. Bahkan kita menjadi co-convener steering group pada Joint Learning Network yang anggotanya 43 negara, jadi yang ikut menentukan arahnya”, beber Ghufon bangga.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen di tingkat daerah, dalam Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 pemerintah menyerahkan penghargaan kepada 31 Gubernur serta 397 Bupati dan Walikota yang berhasil melampaui target UHC di wilayahnya masing-masing. Penghargaan tersebut terbagi dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan daerah yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam mewujudkan UHC melalui program JKN,” pungkas Ghufron.
Sementara itu Pemerintah Kota Magelang kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award. Capaian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pilar pembiayaan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr. Istikomah mengaku, penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkot Magelang untuk memastikan seluruh warga memiliki akses jaminan kesehatan yang merata. Penguatan JKN dinilai sebagai langkah strategis untuk menghilangkan hambatan finansial bagi masyarakat saat membutuhkan layanan medis.
“Jaminan kesehatan itu termasuk pilar untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat juga, nggih. Itu termasuk mendukung program pengendalian kemiskinan, disaat kita berupaya menurunkan angka kemiskinan itu, selain meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan per kapita, kita juga membantu beban pengeluaran dari sisi kesehatan”, ucapnya.
Melalui integrasi jaminan kesehatan yang kuat, diharapkan produktivitas masyarakat akan meningkat seiring dengan terjaminnya kesejahteraan dan kesehatan mereka secara berkelanjutan.



















