
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar kegiatan konferensi Internasional di Lima Destinasi Super Prioritas. Tema acara adalah “Sound of Borobudur-Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik,” yang akan dihelat Juni-November 2021.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk memperkenalkan Candi Borobudur lebih dalam lagi kepada dunia melalui representasi alat musikpada relief candinya.
“Candi Borobudur mempunyai 226 relief alat musik jenis aerophone (tiup), cordophone (petik), idiophone (pukul), membraphone (membran), dan 45 relief ensambel. Menurutnya bila alat musik itu dimainkan bersama, secara otomatis menumbuhkan rasa toleransi antarsuku, bahkan antaragama karena bagaimanapun Borobudur adalah mahakarya peradaban nusantara”, ungkapnya.
Kegiatan ini juga sekaligus mendorong pariwisata berbasis budaya sebagai upaya pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan. “Sound of Borobudur-Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik,” akan diisi musisi dalam negeri dan 10 negara di Asia untuk berkolaborasi membunyikan alat-alat musik yang ada pada relif candi Borobudur, pameran, hingga mini exhibition di kawasan candi. Akan ada pula pameran UMKM di Borobudur yang akan memamerkan keunikan dan ke khas-an serta keunggulan produk lokal.
Selain itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Masruroh mengatakan, kegiatan yang akan dimulai pada tanggal 24-25 Juni 2021 ini merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Yayasan Padma Sada Svargantara, serta media Harian Kompas.
“kegiatan Sound of Borobudur ini membantu kami kembali mengatur strategis untuk mendatangkan kunjungan wisata baik itu dari wisatawan domestik atau wisatawan internasional dengan cara yang benar”, pungkasnya.



















